POTENSI DAN TANTANGAN SDM PERTANIAN BOLMUT

Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) memiliki sektor pertanian yang sangat signifikan, baik untuk perekonomian lokal maupun ketahanan pangan. Menurut data terbaru, sektor pertanian di Bolmut mempekerjakan sekitar 16.017 orang, yang mencakup sekitar 40,51% dari total tenaga kerja di daerah ini.
Dari total pekerja pertanian, 2.692 adalah petani gurem yang mengelola lahan kurang dari 0,5 hektar. Mereka sering kali bertani dengan modal kecil dan menghadapi tantangan dalam meningkatkan hasil. Sementara itu, 13.541 petani nongurem mengelola lahan lebih dari 0,5 hektar, seringkali dengan hasil yang lebih signifikan. Menariknya, terdapat 3.245 petani usia milenial, menunjukkan adanya regenerasi dan potensi baru dalam sektor pertanian.
Jenis usaha pertanian di Bolmut juga bervariasi. Sekitar 34,91% usaha pertanian berfokus pada tanaman pangan seperti padi dan jagung, yang krusial untuk ketahanan pangan. Usaha hortikultura menyumbang 12,22% dari total usaha pertanian, sementara perkebunan, yang mencakup tanaman seperti kelapa dan kopi, menyumbang 29,88%. Peternakan, yang melibatkan pengelolaan ternak seperti sapi dan kambing, menyumbang 21,27%, sementara sisanya terdiri dari perikanan dan kehutanan.
Dalam hal kualifikasi, sebagian besar petani memiliki pendidikan dasar dan bergantung pada pengalaman praktis. Penyuluh pertanian, yang berperan penting dalam mentransfer teknologi dan pengetahuan, memiliki latar belakang pendidikan di bidang pertanian. Tenaga teknis dan peneliti yang terlibat dalam riset pertanian umumnya memiliki pendidikan tinggi.
Menurut kajian terbaru dari Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2024, potensi tenaga kerja di Bolmut mencapai 2.306.273 orang. Angka ini menunjukkan kapasitas besar untuk pengembangan sektor pertanian dan potensi tenaga kerja yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Dengan memahami kondisi dan potensi SDM pertanian, serta data terbaru mengenai potensi tenaga kerja, upaya pengembangan sektor pertanian di Bolmut dapat dilakukan dengan lebih strategis. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
penyusun : Adriandzah Mansyur, SP
sumber : Kajian Perwilayahan Komoditas Pertanian Bolmut-IPB/2024