Membangun Sentra Jagung di Bintauna

PAGI yang cerah di bentang langit Kecamatan Bintauna, Rabu (16/10/2024) menyambut langkah Siska Nurcahyani Babay, SPt, M.Si, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bolmut. Siska bersiap melakukan penanaman perdana benih jagung secara simbolis di lahan demplot sekitar satu hektar.
Setibanya di lahan, deretan baris tanah gembur seolah sedang menunggu benih-benih jagung untuk menghidupkan harapan masa depan pertanian di daerah ini. Siska secara perlahan mendorong alat tanam yang sudah dimasukan benih unggul jenis hibrida BISI-18 dan diseting menggunakan jarak 80 x 20 cm. Tim dari penyuluh pertanian dan pihak perusahaan yang ahli dalam teknologi benih unggul, turut mendampingi Siska, memastikan penanaman berjalan lancar dan akurat.
“Penanaman jagung di lahan demplot ini adalah langkah nyata untuk mendukung rencana besar kami di sektor pertanian,” ujar Siska, disela-sela penanaman.
Sesuai plan Pemetintah Kabupaten Bolmut, wilayah Bintauna akan menjadi Kawasan Tanaman Pangan. Oleh kerena itu, demplot jagung BISI-18 sejalan dengan dukungan terhadap strategi besar Pemerintah Kabupaten Bolmut dalam plan pembangunan pertanian.
Siska memaparkan, Bintauna memiliki potensi besar untuk pengembangan jagung sebagai komoditas unggulan. Dengan tekstur tanah yang subur dan kondisi iklim yang mendukung, para petani Bintauna dapat memaksimalkan produksi jagung hibrida dengan hasil yang tinggi.
Terlebih, menurut Siska, komoditas jagung juga memiliki prospek pasar yang menjanjikan. Permintaan jagung, baik untuk konsumsi pangan maupun pakan ternak, terus meningkat setiap tahunnya.
"Nah, lewat demplot ini dapat didesiminasikan penggunaan teknologi pertanian sebagai kunci sukses bertani jagung. Jika berhasil, penanaman di demplot bisa menjadi titik tolak perubahan besar bagi pertanian Bintauna," katanya
Setelah penanaman selesai, hamparan lahan yang tadinya kosong kini telah dipenuhi dengan benih-benih harapan. Lahan seluas satu hektar tersebut akan menjadi bukti bahwa kerja keras, sinergi antara pemerintah dan pihak swasta, serta penggunaan teknologi pertanian modern dapat membawa perubahan nyata.
Ini bukan sekadar penanaman jagung. Di balik aktivitas hari itu, tersimpan ekspektasi bagi masa depan Bintauna. Dalam beberapa bulan, di atas tanah yang kini terhampar sunyi itu, jagung-jagung akan menjulang tinggi, siap dipanen dan memberi hasil yang melimpah. Demplot ini bukan hanya tentang pertanian. Ini adalah langkah menuju transformasi. Dan hari ini, pertanian Bintauna menanam masa depannya. (***)
pewarta Adriandzah Mansyur, SP