Inspirasi Menanam Jagung dari Demplot BPP Sangkup

BOLMUT – Demplot jagung milik BPP Kecamatan Sangkub menjadi saksi keberhasilan panen yang dilakukan oleh para penyuluh. Tim penyuluh dengan penuh semangat memanen jagung dari lahan yang difungsikan sebagai model bagi para petani di wilayah setempat.
Koordinator BPP Sangkub, Widarti Lakoro, SP, memimpin langsung kegiatan panen ini. Lahan demplot menggunakan 4 kilogram benih jagung, dengan jarak tanam 75 cm x 25 cm. Sistem penanaman diatur secara presisi sesuai dengan karakteristik tanah di wilayah Sangkub. Berdasarkan perhitungan kebutuhan benih, luas lahan yang digunakan untuk 4 kilogram benih tersebut adalah sekitar 0,2 hektar atau 2.000 meter persegi.
"Kini umur jagungnya sudah 120 hari sehingga sudah siap dipanen. Panen ini juga menjadi bukti bahwa teknologi pertanian modern mampu mendukung pertanian berkelanjutan yang dapat meningkatkan hasil panen, menjaga keseimbangan lingkungan dan terpenting menguntungkan petani," ujar Widarti.
Widarti menambahkan bahwa demplot ini berfungsi sebagai sarana edukasi bagi para petani setempat. Melalui lahan percontohan ini, BPP Sangkub ingin menunjukkan teknik-teknik terbaru dalam budidaya jagung, mulai dari penggunaan benih unggul, pola tanam, hingga pengelolaan hama dan pemupukan yang efektif.
Penyuluh BPP Sangkub yang terlibat dalam kegiatan panen ini berharap hasil yang diperoleh dapat menjadi motivasi bagi para petani di Kecamatan Sangkub. Keberhasilan panen di lahan demplot menunjukkan pentingnya penerapan teknologi pertanian dan pendampingan teknis yang berkelanjutan.
"Kami ingin agar hasil dari lahan demplot ini menjadi inspirasi bagi para petani di wilayah ini. Jika mereka menerapkan metode yang kami terapkan di demplot, produksi jagung mereka juga dapat meningkat," ungkap Ridwan Manangi, salah satu penyuluh.
Meski panen dilakukan sepenuhnya oleh para penyuluh, tujuan utama kegiatan ini tetap untuk memberi contoh bagi petani sekitar. Dengan bimbingan dan pendampingan yang terus-menerus, diharapkan para petani di Kecamatan Sangkub akan termotivasi untuk mengadopsi inovasi-inovasi yang terbukti berhasil meningkatkan produktivitas pertanian. (***)
pewarta : Adriandzah Mansyur, SP