Pemeriksaan Kebuntingan Sapi : Langkah Terukur Distan Bolmut Memacu Produktivitas Peternak Lokal

Di bawah terik matahari pagi, Rabu (4/9/2024), Rhama Rizky Ningalo, petugas teknis bidang peternakan dari Dinas Pertanian Bolmut, berdiri fokus di tengah-tengah kandang sapi di Desa Pimpi-Bintauna. Dalam suasana tenang, Rhama memulai pemeriksaan kebuntingan sapi. Ini adalah giat program Dinas Pertanian Bolmut sebagai langkah terukur untuk memacu produktivitas peternak lokal.
________________
RHAMA memulai dengan melakukan palpasi rektal pada sapi betina milik peternak setempat. Teknik ini melibatkan pengecekan fisik organ reproduksi sapi melalui rektum, untuk mendeteksi adanya kebuntingan. Ia mengenakan sarung tangan steril dan menggunakan pelumas untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan lancar. Setiap gerakan tangannya dihitung dengan hati-hati. Ekspresi wajahnya menunjukkan konsentrasi mendalam untuk mengamati dan merasakan perubahan di dalam organ reproduksi sapi. Sebuah kerja yang memerlukan ketelitian dan keterampilan tinggi.
Selama pemeriksaan, Rhama mencatat hasilnya dengan teliti. Ia lalu memberikan saran praktis mengenai pemberian pakan bergizi dan pencegahan penyakit sekaligus memastikan bahwa peternak memahami semua instruksi dan rekomendasi yang diberikan.
Pemeriksaan kebuntingan sapi merupakan tindak lanjut penting dari program inseminasi buatan (IB) yang digulirkan Dinas Pertanian Bolmut. Setelah sapi-sapi betina diinseminasi melalui program IB, pemeriksaan kebuntingan diperlukan untuk memastikan bahwa proses pembuahan berhasil dan sapi benar-benar mengandung.
Rhama menjelaskan, inseminasi buatan berguna meningkatkan kualitas dan kuantitas ternak dengan memanfaatkan teknologi reproduksi modern. Dengan IB, sapi betina dibuahi menggunakan semen beku dari pejantan unggul. Harapannya, sapi peternak menghasilkan keturunan yang lebih sehat, produktif dan berkualitas tinggi.
Namun, menurut Rhama, setelah proses inseminasi dilakukan, tidak semua sapi langsung bunting. Oleh karena itu, perlu pemeriksaan kebuntingan untuk mendeteksi kebuntingan secara dini. Pemeriksaan dilakukan sekitar 2-3 bulan setelah IB.
"Jika sapi terdeteksi bunting, peternak kita berikan panduan merawat sapi bunting, dari pola makan hingga persiapan lingkungan kandang yang kondusif," katanya.
Rhama pun menandaskan, pemeriksaan kebuntingan memberikan kepastian kepada peternak mengenai status reproduksi ternaknya. Sebuah agenda penting yang membantu mereka merencanakan produksi ternak dengan lebih baik dan memastikan keberlanjutan usaha peternakan di Bolmut secara efisien. (***)
pewarta : Adriandzah Mansyur, SP