Transformasi Pertanian Bolmut: Inovasi Varietas Padi Menuju Kemandirian Pangan

oleh: Siska Nurcahyani Babay, SPt, M.Si
Kadis Pertanian Bolmut
KETAHANAN pangan tidak sekadar menjadi isu strategis, tetapi juga merupakan fondasi utama dalam membangun stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), sektor pertanian, khususnya produksi padi, memiliki peran krusial dalam menjamin kemandirian pangan daerah. Namun, dinamika lingkungan, tantangan perubahan iklim, serta keterbatasan adopsi inovasi teknologi masih menjadi faktor penghambat dalam optimalisasi produksi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan transformatif berbasis riset dan inovasi guna meningkatkan efisiensi produksi, resiliensi sistem pertanian, serta daya saing hasil pertanian Bolmut.
Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bolmut telah menginisiasi program pengembangan varietas padi unggul bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Program yang telah dimulai sejak tahun lalu ini dirancang sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas padi, memperkuat ketahanan terhadap cekaman biotik dan abiotik, serta membangun ekosistem pertanian berbasis inovasi. Varietas padi IPB yang dikembangkan dalam program ini memiliki keunggulan dalam hal daya adaptasi terhadap kondisi agroekologis Bolmut serta potensi hasil yang lebih tinggi dibandingkan varietas konvensional.
Peningkatan produktivitas tidak hanya bergantung pada kualitas benih, tetapi juga pada sistem produksi yang terintegrasi. Oleh karena itu, program ini mencakup rangkaian tahapan seleksi dan penyemaian ulang hasil panen sebanyak 3–4 siklus guna memenuhi standar sertifikasi sebagai benih sebar atau benih berlabel biru. Proses ini bertujuan untuk memastikan homogenitas genetik, kemurnian varietas, serta daya tumbuh yang optimal sehingga varietas padi IPB tidak hanya berfungsi sebagai komoditas produksi, tetapi juga menjadi benih unggul khas Bolmut yang dapat didistribusikan dalam skala luas.
Hasil implementasi awal program ini menunjukkan indikasi positif. Sebelum intervensi varietas IPB, rata-rata produktivitas padi di Bolmut berkisar 2,3 ton gabah kering panen per hektar. Namun, dengan penerapan varietas unggul ini, produktivitas lahan meningkat signifikan hingga mencapai 4,2–8 ton per hektar dalam kondisi optimal. Peningkatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan petani, tetapi juga mengurangi risiko ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar daerah.
Lebih dari sekadar upaya peningkatan hasil panen, program ini memiliki implikasi strategis dalam membangun identitas pertanian daerah. Varietas padi IPB yang dikembangkan di Bolmut akan menjadi ikon pertanian lokal, mencerminkan kemandirian dan kemajuan sektor agrikultur di daerah ini. Dengan menjadikan varietas ini sebagai benih khas Bolmut, daerah ini dapat memperkuat daya saing dalam sektor pertanian sekaligus mendorong pengembangan industri benih yang berkelanjutan.
Keberhasilan transformasi pertanian ini sangat bergantung pada sinergi antara berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, penyuluh pertanian, hingga petani sebagai aktor utama di lapangan. Diperlukan infrastruktur pertanian yang adaptif, kebijakan yang mendukung inovasi, serta akses pasar yang lebih luas agar program ini dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Jika seluruh elemen bergerak dalam harmoni menuju visi yang sama, bukan hanya ketahanan pangan daerah yang terjamin, tetapi Bolmut juga berpotensi menjadi model pengembangan pertanian berbasis inovasi di tingkat nasional.
Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, pertanian tidak boleh stagnan dalam pola konvensional. Revolusi pertanian berbasis inovasi harus menjadi agenda utama demi menciptakan sistem pangan yang resilien, adaptif, dan berdaya saing tinggi. Dengan varietas padi IPB sebagai motor penggerak, Bolmut kini berada dalam jalur yang tepat menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan. Masa depan pertanian daerah ini tidak lagi sekadar wacana, melainkan sedang dibangun secara sistematis dengan fondasi riset, inovasi, dan kolaborasi yang kuat.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dalam memperkuat ketahanan pangan daerah dan mewujudkan swasembada pangan, sejalan dengan program prioritas nasional Presiden Prabowo-Gibran. Melalui inovasi berbasis riset dan pengembangan varietas unggul, Bolmut tidak hanya memastikan kemandirian produksi pangan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi petani. Dengan padi varietas IPB sebagai ikon pertanian daerah, program ini menjadi tonggak penting dalam membangun sektor pertanian yang lebih produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing. Inisiatif ini bukan sekadar kebijakan, melainkan berkah nyata bagi kesejahteraan petani dan masa depan pertanian di Bolaang Mongondow Utara (***)